Tuesday, May 16, 2006

Sholat di Stasiun Kereta bawah tanah


Di tengah-tengah lalu lalang manusia
tiba-tiba kulihat dua orang perempuan berjilbab
sedang repot berbenah diri
kuperhatikan kedua orang perempuan berjilbab tersebut
apa yang akan mereka kerjakan ?
Di stasiun kereta bawah tanah dengan keramaian saat-saat pulang kerja
mereka menjadi perhatian orang-orang Rusia
karena apa yang mereka pakai, laian dari yang lain
dan lebih lain lagi adalah ....
Kulihat salah seorang mengeluarkan sajadah
Allahu Akbar... Allahu Akbar.... Allahu Akbar ....
untuk pertama kalinya selama kurang lebih tiga tahun berada di Moskow
aku melihat orang sholat di stasiun kereta bawah tanah di Moskow
di tengah-tengah kekapiran !
Ya Allah .... aku kalah
perempuan yang begitu repot dengan pakaian tertutup rapat
sempat dan menyemapatkan diri mengahadap Allah
di tengah-tengah keramaian penumpang kereta bawah tanah
Ya Allah ... hamaba malu
ternyata dekat denganMu bisa dilakukan di mana-mana
tak peduli dengan pandangan aneh orang lain
tak peduli dengan hiruk pikuk dunia
tak peduli dengan kekapiran dan kedinginan
saat tiba waktunya sholat
sholatlah dimanapun kamu berada !
kedua orang perempuan kulita hitamn telah melakukannya !
Memberikan pelajaran yang sangat berharga buatmu.
(Moskow, Kamis 13 Januari 1994 )

Wednesday, May 10, 2006

3 pasang pengantin


Hadirin yang berbahagia.
Hari ini Sabtu 24 Maret 2001 bertepatan dengan malam terakhir bulan Zulhijjah 14201 H, ditempat yang mulia ini, di Aula KBRI Moskow terjadi peritiwa penting yang mungkin terjadi pertama kali di mana 3 pasangan pengantin baru sama-sama berasal dari keluarga besar KBRI Moskow. Maka untuk menyambut dan ikut berbahagia bersama 3 pasangan pengantin baru ini diadakanlah acara walimatul arus bersama yang diselenggarakan HPII Moskow.
Perlu kita ketahui bahwa 3 pasangan pengantin baru ini mengadakan hari pernikahan sama-sama di bulan Maret 2001 yaitu pasangan Bapak Nandang Aradea pada tanggal 3 Maret 2001di Kerawang , pasangan Bapak Hari Susanto pada tanggal 4 Maret 2001 di Bandung dan pasangan saudara Fauzi mengadakan ijab kabulnya pada hari ini tgl 24 Maret 2001 pagi tadi di Mesjid Histori atau Mesjid Tartar di Moskow .Saya menyebut Pasangan Kerawangan untuk Pasangan Pak Nandang, pasangan Bandung untuk pasangan Pak Hari dan pasangan Moskow untuk pasangan Sdr Fauzi, Jadi 3 pasangan Kerawang, Bandung dan Moskow ini, mengadakan hari pernikahan bertepatan dengan bulan Zulhijjah, bulan Haji atau bulan Kurban dimana di dalam Islam , bulan Haji ini adalah salah satu bulan suci Ummat Islam, disamping bulan suci yang lain yaitu bulan Sya’ban, Ramadhan dan Muharram. Jadi di bulan suci dan mulia ini 3 orang rekan , sahabat dan teman Saya, mengadakan pernikahannya, menghabiskan masa bujangannya, menghabiskan masa-masa kebebasannya, menghabiskan masa mudanya dan semua itu rela ditinggalkannya dengan seikhlas-ikhlasnya demi sang kekasihnya masing-masing, demi orang yang dicintainya masing-masing, demi orang yang disayanginya masing-masing. Mengapa saya mengatakan masing- masing ? Karena ceramah nikah atau khutbah nikah biasanya diberikan untuk satu pasangan, nah ini tiga pasangan sekaligus, saya kwatir kalau tidak dikatakan kekasihnya masing-masing, nanti pasangan pada ketukar atau pada salin tukar, tapi Saya yakin bila 3 pasangan ini ditempatkan pada suatu ruangan yang gelap, mereka pasti mengenal pasangannya masing-masing dengan hanya sekali sentuhan, mengapa ? karena disana ada getar-getar rindu yang merasuk kedalam sukma, yang mengalir melalui pembuluh-pembuluh nadi, menyebar keseluruh tubuh dihantarkan oleh kulit , diresapi oleh perasaan yang mendalam dan dimulai dengan Bismillah dan diakhiri dengan Alhamdulillah.

Berjuang dengan kata-kata


431. Manusia bisa digambarkan sebagaiman sipat-sipatnya atau dengan menjelaskan ciri-cirinya, tapi mengenai Allah, walaupun manusia misalnya memberikan ciri-ciri-Nya atau sipat-sipat-Nya sebanyak mungkin sampai jumlahnya tak terhingga, tetap saja Allah tidak bisa digambarkan dzat-Nya, dan seandainya tergambarpun, itupun bukan Allah ! Jadi bagaimanapun Allah tetap menjadi Maha rahasia yang tak terungkap sampai kapanpun, kecuali Dia menghendakinya.

432. Silahkan kamu cintai dan kamu sayangi siapapun, tapi jangan sakit hati kalau mereka meninggalkanmu. Dengan kata lain, kamu bebas menyintai siapapun, tapi ingat kamu bisa berpisah dengannya, baik karena kamu tinggalkan atau mereka meninggalkanmu.

433. Sebagai manusia yang normal , ditinggalkan oleh orang-orang yang kamu cintai dan kamu sayangi aakan menimbulkan luka bagi perasaanmu, namun luka tersebut jangan sampai menghancurkan segala-galanya. karena hidupmu bukan bergantung pada orang-orang yang kamu cintai, tapi kepada Allah swt. Ditinggal oleh orang-orang yang kamu cintai bukan akhir segala-galanya. Allah tetap bersamamu.

434. Allah itu tidak gaib dan tidak nyata, susahkan ? Allah susah dirumuskan dengan kata-kata, betapapun lengkapnya mendefinisikan Allah, tetap Allah bukan yang terdefinisikan itu. Karena kita memang tidak bisa bertemu dengan hakekat-Nya, kita hanya bisa menjelaskan tentang nama dan sipat-sipat-Nya. hakekatNya tak seorangpun mampu merumuskannya, seperti apa! Jikapun berhasil merumuskan, itu tetap bukan Allah. Karena bagaimanapun " Allah tak menyerupai apapapun" Kita manusia hanya bisa merasakan dekat dengan Allah, tapi tidak akan pernah seincipun dekat dengan Dia dalam arti yang sesungguhnya! Kita bisa merasakan bertemu dengan Dia, tapi tidak akan pernah dapat menjumpai Dia dengan arti yang sesungguhnya. Dia lebih dekat dari urat nadi kita sendiri, tapi tak bisa dijangkau, unik kan! Dekat tapi tak bisa dijangkau, Jauh tapi bisa dirasakan. Dan Dia memang Maha dekat sekaligus Maha jauh ! Maaka benar apa yang difirmankan-Nya: " Seandainya pohon di dunia di jadikan pena dan seluruh samudera dijadikan tinta, lalu ditambah lagi 7 X dari itu, ilmu Allah atau ilmu tentang Dia tidak akan pernah selesai ditulis oleh manusia! "

435. Itu baru ilmu-Nya, artinya itu baru satu bagian dari sipat-sipat-Nya yang Maha Banyak, jadi belum selesai menulis ilmu Allah, semua pohon dan samudera sudah habis, padahal sudah ditambah 7 X ! Belum lagi menulis sipat-sipat-Nyaa, belum lagi menjelaskan nama-nama-Nya, dan belum lagi menjelaskan hakekat Allah Yang Mha Esa itu. Padahal Allah jelas-jelas mengatakan dalam firman-Nya: " Katakanlah Dia Allah Yang Maha Esa, Maha Satu, Maha Tunggal " Tapi sampai kapanpun seluruh ummat manusia tidak dapat menjelaskan hakekat Dia yang sesungguhnya, unik kan, Dia hanya Satu tapi susah dirumuskan. Dia hanya Satu, tapi susah ditemukan hakekat-Nya, Dia hanya Satu tapi susah dijumpai, Dia hanya Satu tapi susah untuk dijelaskan. Manusia berusaha menjelaskannya, tapi lagi-lagi yang ketemu hanya sipat-sipat dan nama-nama-Nya, bukan Dia! Sekali lagi begitu banyak sipat dan namaNya, tapi itu buak Dia. Dia tetap Dia, di lua nama dan sipat-sipat-Nya, Dia tidak menyatu dengan nama dan sipat-sipat-Nya. Kalau Dia menyatu dengan nama dan sipat-sipat-Nya berarti sudah menyamakan dengan makhluk-Nya, karena makhluk-Nya apabila disebut nama dan sipatnya berarti hakekatnya bisa ditemukan. Padahal Allah tidak demikian. Artinya walaupun manusia hapal nama dan sipat Allah yang begitu banyak , tapi manusia tidak bisa menemukan hakekat Dia yang sesungguhnya, karena Dia Maha Rahasia.

436. Merasakan( ingat, bukan bisa, tapi merasa) dekat dengan-Nya menimbulkan ketenangan jiwa. Dia hanya bisa dirasakan dekat-Nya, bukan bisa didekati. Gunung saja hancur didekati Allah (ingat, saat Nabi Musa as ingin melihat hakekat Allah) Apalagi manusia yang lemah yang terdiri dari daging yang lunak, dan Nabi Musapun pingsan! Saat Allah baru mau memperkenalkan hakekat-Nya didepan Nabi Musa as atas permintaan Nabi Musa as. Perhatikan kata'baru mau' Jadi 'baru mau' saja Nabi Musa as pingsan dan gunung hancur. Nah apa lagi kalau benar-benar Allah sudah menampakkan hakekat Diri-Nya.

437. Bersahabat dengan dirimu sendiri, sayangilah dan cintailah dirimu sendiri dengan memberikan pengetahuan, ilmu, iman dan amal yang baik, hingga bermanfaat bagi perkembangan dirimu dan juga menjaga keselamatan dirimu. Karena dirimupun adalah titipan Allah yang diakherat nanti akan dimintai pertanggung jawabannya. Jangan biarkan dirimu menderita, karena hanya selalu dirundung duka yang berkepanjangan.

438. Karena selalu menggantungkan perasaan kepada orang lain sehingga tidak ada kontak komunikasi sedikit saja sudah gelisah, resah dan luka dihati. Itulah bdampak negatif kalau terlalu menggantungkan perasaan pada manusia, siapapun manusia itu.

439. Allah tidak akan pernah meninggalkanmu, karena roh milki-Nyaa telah ditiupkan padamu sejak kamu berada dalam kandungan, yang sering meninggalkan Allah justru kamu. Kamu suka lalai dan alpa, dengan sedikit kesibukan duniawi saja kamu sering meninggalkan Allah. Lupa, alpa mengingat Allah, motomatis jadi lupa menyembah-Nya, bahkan dikala ingatpun di saat jalan-jalan, kamu melalaikan-Nya.

440. Dimanapun dan kapanpun kamu berada , kamu tetap berada di dalam-Nya, berada di bawah kekuasaan-Nya, berada di dalam lindungan-Nya, berada di dalam cinta dan kasih-Nya, berada pada roh milik-Nya. Dan disaat meninggalpun kamu kembali kepada-Nya, rohmu yang sekarang berada dalam jasadmu, nanti kembali kepada-Nya dan jasadmu kembali keasalnya yaitu tanah ! Dan karena kamu bukan nabi, bukan rosul, bukan syuhada, bukan aulia, maka jasadmu akan hancur menjadi santapan cacing-cacing tanah dan menjadi santapan belatung belatung, kulit, daging, tulang dimakan semuanya, sampai hancur dan akhirnya lenyap menyatu dengan tanah kembali! Sedangkan rohmu tetap dalam genggaman-Nya. Dan memang pada akhirnya jasadmu hanya menjadi bangkai yang sangat busuk, sehingga siapapun yang menciumnya akan tutup hidung atau sampai muntah-muntah atau mual saking baunya ! Saking tidak tahan terhadap bau bangkai jasadmu!!! Lalu orang-orang yang kamu cintai di dunia akan berlari jauh-jauh, menghindar. Tak ada satupun manusia yang suka bangkai, walaupun bangkai tersebut dulunya adalah orang yang sangat dicintai dan disayangi, orang yang menjadi belahan jiwa dan raganya. Inilah kenyataan hidup dan inilah kenyataan mati! Dan manusia yang mempunyai sipat busuk seperti bangkai, akan dijauhi noleh manusia lainnya dan menjadi bahan fitnahan yang tak habis-habisnya, bahkan banyak manusia yang lain berusaha melenyapkannya, karena saking busuknya sipat yang dimilikinya. Nah hati-hatilah ujangan sampai sipatmu seperti bau bangkai. Insya Allah.



441. Menyesal pada apa yang sudah terjadi dan berusaha agar yang disesali itu tidak terjadi, sama dengan orang kapir yang dimasukan ke neraka dan bermohon pada Tuhan untuk dikembalikan lagi ke dunia untuk dapat beribadah kepada-Nya, mustahil!

442. Kalau kamu luka atau sakit hati, hingga terasa betapa perihnya luka hati itu, karena ditinggalkan oleh orang yang kamu cintai, itu normal. Karena kamu juga manusia biasa yang mempunyai perasaan, punya hati, tapi jangan sampai hal tersebut membuat kamu putus asa atau merusakan dirimu, hingga sampai misalnya ingin bunuh diri. Berlindunglah kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk, terutama disaat luka di dada itu samapai sangat menggigit! Ya Allah lindungi hamba dari luka yang demikian, lindungi hamba dari perasaan yang menyebabkan putus asa dari rakhmat-Mu, lindungi hamba dari perbuatan yang sia-sia !

443. Allah meliputi segalanya. Kesadaran bahwa Allah selalu bersama kita adalah kunci ketenangan, ketabahan dan kebahagiaan hidup.

444. Kata-kata mutiara akan muncul bila kamu merenungi sesuatu.

445. Hidup dimanapun, tetap di bumi Allah. Hidup pada waktu kapanpun, tetap pada ketentuan Allah. Hidup bersama siapapun, tetap bersama makhluk Allah. Hidup sendirian tetap saja bersama Allah. Semuanya kembali kepada Allah dan Allah adalah tempat asal dan kembalinya sesuatu.

446. Dapatkah kamu bersatu dengan Allah ? Yang Maha Besar, sedangkan kamu maha kecil. Allah Yang Maha perkasa, sedangkan kamu maha biasa. Allah Maha Kuasa, sedangkan kamu maha lemah. Allah Maha kuat, sedangkan kamu sangat ringkih. Allah Yang Maha Mulia, sedangkan kamu sangat hina begitu seterusnya. Apa yang Maha Baik dari sipat-sipat Allah, untukmu malahan sebaliknya !

447. Mengalami sendiri pengalaman rohani lebih berbekas dari pada mendengar dari pengalaman orang lain. Pengalaman rohani memang unik, pengalaman yang tidak didapati oleh semua orang. Pengalaman rohani adalah hidayah Allah bagi orang-orang tertentu yang dikehendaki-Nya.

448. Bagaimanapun kamu tetap berada di dalam Allah. Apa yang kamu minum, air Allah. makanan yang kamu makan, berasal dari Allah. Matamu yang dapat melihat, mata pemberian Allah. Kuopingmu yang dapat mendengar, kuping milik Allah. Mulutmu untuk maka, minum, berkata adalah mulut kepunyaan Allah. Kakimu dapat berjalan, kaki Allah. Tanganmu dapat memegang, tangan milki Allahy. Begitu seterusnya. Karena memang semua yang ada padamu dan yang berada di luar dirimu adalah milki Allah. jadi apakah yang kamu miliki? Tidak ada satupun! Semua milik-Nya, semua titipan-Nya, semua amanat-Nya yang dengannya kamu beramal kepada-Nya. Amal dari perbuatanmu itulah yang menjadi milikmu kelak. Dan amal itu ada diluar dirimu, bukan berada di dalam dirimu. balasan dari amalmu itulah yang menjadi milikmu. dan untuk melakukan perbuatan amal, kamu menggunakan milik Allah. Seluluruh anggota badanmu yang kamu gunakan untuk shalat adalah milik Allah dan Allah memberi balasan atau ganjaran untuk perbuatan tersebut, padahal tanpa anggota badanmu yang milik Allah itu, kamu tidak akan bisa mengerjakan shalat. Jadi seharusnya kamu tidak mendapat ganjaran apapun dari perbuatan amal yang kamu lakukan, karena semuanya bersumber dari milik Allah. Kamu tidak mengeluarkan atau mengorbankan apapun saat beribadah kepada-Nya. Yang kamu korbankan atau yang kamu keluarkan adalah milik Allah juga. Jadi seharusnya kamu tak berhak menuntut apapun dari segala amal ibdah yang kamu kerjakan kepada Allah swt.

449. Bila kamu merasa memiliki sesuatu itu hanya berasal dari rasa egomu sebagai manusia. Dengan egomu itu kami menjadi sering melupakan hakekat sesuatu yang milik Allah, bukan milikmu. Ego dirimu harus kamu lenyapkan, hingga yang tinggal ego Allah. Dengan ego Allah itulah kamu mempunyai kesadaran yang tinggi bahwa apapun yang ada adalah milik Allah, kepunyaan Allah, Hak Allah, Kekuasaan Allah. Hasilnya kamu tidak akan pernah merasa kehilangan apapun, karena kamu merasa memang tidak memiliki apapun. Jika masih merasa ada yang hilang berarti egomu sebagai manusia tidak lenyap. Egomu masih dikuasai rasa untuk memiliki sesuatu, padahal itu semua adalah milik Allah, itu artinya kamu ingin merampas hak Allah. Sekali lagi, lenyapkan egomu hingga yang tinggal adalah ego Allah. Insya Allah, kamu bisa lenyap, bisa fana, ada dan tidak ada sesuatu padamu . tidak menambah dan tidak mengurangi apapun bagimu. Keduanya sama! Disinilah puncak kesadaran akan Allah muncul!

450. Jika kamu berzinah itu berarti kamu salah menempatkan milik-Nya, kepada yang bukan hakmu. Kelaminmu adalah kepunyaan Allah, milik Allah, titipan Allah, amanat Allah dan berada dibawah kekuasaan-Nya. Jadi jika salah mempergunakannya itu sama juga dengan melawan Allah, menentang Allah atau mengingkari milik Allah.

451. Kelamin adalah karya atau kreasi Allah yang Maha Besar, pada saat sesorang bersebadan dengan istrinya, Allah membuktikan karya atau kreasi-Nya dengan melahirkan kenikmatan yang amat luar biasa. Padahal yang keluar pada saat itu dan yang masuk pada saat itu hanya kelamin. Dan sat terpencar sperma yang kemudian berproses di dalam rahim bersama dengan sel telur, akhirnya lahir menjadi anak atas izin-Nya. Ingat bersebadan dengan istri adalah suatu kewajiban sebagai suami istri, karena wajib berarti bersebadan dengan istri adalah beramal dan beribadah serta mendapat ganjaran pahala dari-Nya. Jadi dalam bersebadan dengan istri selain mendapat kenikmatan yang luar biasa juga mendapat pahala dari-Nya. Jadi Allah telah memberikan karunia yang sangat besar kepadamu, baru dengan bersebadan saja, belum lagi karunia Allah yang lainnya. itulah salah satu bukti betapa Allah menyayangi dan menyintaimu!

452. Dengan kesadaran bahwa bersebadan dengan istri adalah ibadah , maka bersebadan juga bisa dijadikan alat untuk berdzikir kepada-Nya, disaat bersebadan kamu dapat berdzikir kepada-Nya. Pada setiap gerakan bersebadan kamu menyebut namanya, dengan demikian bersebadan bukan mengikuti hawa napsu, tapi mencari dan mendapat ridho-Nya.

453. Menjauhilah dari orang yang suka memfitnah, menghasut, membicarakan keburukan orang lain, mencaci maki dan sering kali mengeluh, tidak habis-habisnya. Orang semacam ini lupa akan kehadiran Allah. lupa bahwa Allah selalu melihat apa yang dilakukannya, lupa akan karunia Allah yang telah diberikan kepadanya. Dirinya selalu merasa kurang, hingga rejeki orang lainpun dirampasnya. Mulut orang seperti ini boleh disebut seperti kaleng rombeng, berbunyi dan berisiknya minta ampun, sangat mengganggu telinga!, cerewet, rewel, celamitan dsb. Orang semacam ini biasanya didepanmu bersikap manis, tapi dibelakangmu seperti ular berbisa yang patukannya mematikan. Berlindunglah kepada Allah dari orang yang seperti itu. Anggaplah orang yang seperti sedang sakit.

454. Tidak usah banyak bicara, jalani saja apa yang sudah kamu yakini akan kebanar-Nya.

455. Jangan takut pada kesendirian, dimana dan kapanpun kamu berada. Karena disaat disaat sendiri kamu tidak sendirian, Allah selalu bersamamu. Wahyu atau ilham seringkali datang pada saat sendirian. Ingat, Nabi Muhammad saw saat di Gua Hiro ketika menerima wahyu pertama kali, Beliau sedang sendirian! Ketika Beliau mjengahadp Allah di Mustawa juga sendirian, tanpa pedamping siapapun! Nabi Musa asa ketika menerima wahyu di Gunung Tursina juga sedirian. Nabi Ibrohim as ketika di bakar raja Namrud sendirian. Nabi Yunus as ketika di telan ikan paus juga sendirian. Nabi Yususf as ketika diceburkan ke dalam sumur di tengah-tengah padang papsir, juga sendirian dan ingat disaat matipun kamu akan sendirian. Jadi memang kesendirian itu sangat diperlukan bagi orang-orang yang ingin mendekatkan diri kepada-Nya. Karena disaat sendirian mendekat kepada Allah lebih mudah, lebih terasa keberadaan-Nya, ketimbang ditempai ramai atau sedang bersama-sama dengan manusia lain. Apalgi keramaian pada saat pesta, saat seperti itu justru Allah sengaja dilupakan, ada pembacaan doa, doapun cuma basa-basi diawal acara, setelah itu lupalah segalanya. Kenapa ? kalau mereka mengingat Allah pada acara semacam itu, tentu tidak ada acara dansa-dansi, joget enggak karuan, minum haram beredar disekitar mereka dst. Hal tersebut sangat jelas terlihat pada acara malam tahun baru!

456. Dan dalam sejarah kaum sufi, mereka lebih senang hidup sendiri dan menyendiri, seluruh waktunya dipergunakan untuk beribadah kepada Allah, ditempat-tempat yang sepi jauh dari keramaian.

457. Orang yang tidak biasa sendiri atau menyendiri, di saat sendirian mereka kesepian, mereka tak tahu mesti berbuat apa. Apalagi orang yang tidak suka beribadah kepada Allah, disaat sendirian baginya adalah siksaan, makanya di undanglah teman-temannya, ceritalah dia sampai menjelang subuh, main dsb. Di dunia barat mereka pada kesepian di tengah-tengah keramaian. Tapi orang-orang sufi saat sepi, menyendiri dan sendirian adalah nikmat yang luar biasa baginya, karena di saat itulah para sufi memfanakan dirinya, melenyapkan dirinya dan menyatukan dirinya pada yang sangat dicintainya yaitu Allah swt.


458. Di saat itulah para sufi berkata: " Aku tak ada, yang ada Dia. Yang kulihat bukan aku, tapi Dia. Aku adalah Dia dan Dia adalah aku. Engkau dan aku adalah satu yaitu Dia ".

459. Allah tidak menempati ruang apapun, Dia tidak berada dimanapun, tak ada ruang manapun yang membatasi kebaradaan diri-Nya, Dia Maha tak terbatas. Dia tak bertempat dan tak membutuhkan tempat apapun. Kursi-Nya atau kekuasaan-Nya meliputi segalanya. Dia tidak membutuh ruang dan waktu sedikitpun. Dia berada pada diri-Nya sendiri, pada dzat-Nya sendiri. Dia berada di luar ruang dan waktu.

460. Kamu sungguh-sungguh tidak ada. Syaripudin zuhri itu hanya nama, seluruh anggota tubuhmu itu jasadmu, yang tetap bertahan hidup adalah roh milik Allah yang ditiupkan kedalam dirimu. Jadi hakekatnya kamu tidak ada dan memang tidak ada, yang ada adalah Dia.

461. Harta yang sudah kamu miliki jika kamu meninggal hanya jadi rebutan para ahli warismu, apa lagi jika ahli waris tersebut hanya mengikuti hawa napsu, yang dimiliki ya di jual saja. Tak ada sedikitpun usaha mempertahankan, apalagi untuk menambah. Dan harta benda sangat potensial untuk sebuah permusuhan dalam keluarga sekalipun. Ya Allah lindungi hamba dari hal-hal yang demikian.

462. Nasib warga Betawi dalam masa pembangunan di Indonesia adalah menjadi kurban gusuran, digusur dan tergusur, inilah kenyataan hidupmu sebagai warga Betawi. Terima kenyataan ini dengan tetap bermohon atas petunjuk-petunjuk-Nya dan mohon perlindungan-Nya dari akibat gusuran yang negatif.

463. Jangan menyintai manusia 100 % , karena kamu akan menemukan kekecewaan jika manusia itu tidak membalas cintamu. Karena cinta kepada manusia menuntut balasan, sedangkan jika kamu menyintai Allah tanpa mengharapkan balasan dari-Nya, Dia pasti membalas cintamu. Bahkan sebelum kamu mengerti siapa Dia dan belum menrerti apa itu cinta, Dia sudah menyintai terlebih dahulu. Cinta kepada Allah tak akan pernah mengalami kekecewaan, karena Dia tak akan pernah mengecewakanmu. Terhadap hamba-Nya yang menyintai-Nya 100%, Dia akan membalas 1000%.

464. Bila hamba-Nya menyintai 1000 % Dia membalas 10.000 % begitu seterusnya. Cinta Allah kepada manusia selalu melebihi cinta manusia kepada-Nya, itu seperti yang disampaikan oleh-Nya sendiri dalam hadist Qudsi, Bahwa "jika hamba-Ku mendekati-Aku dengan berjalan, Aku akan mendekatinya dengan berlari dst!" Sedangkan menyintai manusia, seringkali bukan membahagiakan, malahan membuat pusing, sakit hati, gelisah dsb Mengapa ? karena yang di cintai kadang-kadang tidak tahu diri. Tapi jika menyintai Allah. Dia Maha Mengetahui siapa sipa yang menyintai-Nya secara ikhlas dan tulus dan Dia akan membalas cinta hamba-Nya dengan berkali-kali lipat, bahkan saking cintanya Allah kepada yang Dia cintai dan Dia kehendaki, apa saja diberikan oleh-Nya, baik dipinta maupun tidak dipinta dan bila hal tersebut terjadi pada dirimu, Syurga itu tak bernilai apa-apa lagi ! Nilai syurga menjadi nol ! Mengapa ? Karena dicintai Allah tak ternilai oleh apapun, termasuk dengan 8 tingkat syurga sekaligus ! Makanya orang-orang sufi itu tidak mengejar pahala, syurga dalam beribadah. Yang dikejar para sufi adalah cinta Allah, ridho Allah, menyatu dengan Allah dan fana bersama Allah! Itulah tujuan hidup mereka yang tertinggi, tak ada yang lebih tinggi dari itu. Cintailah Allah dengan kesungguhan hatimu, kau akan mendapatkan sesuatu yang tidak terduga sebelumnya.

465. Unsur-unsur penting yang tidak boleh hilang dalam hidupmu adalah iman. Unsur yang lain yang harus ada agar kamu tetap hidup adalah air, udara, api, matahari, makanan, pakaian, perumahan. Unsur-unsur hidup yang lainnya lagi adalah perkawinan, istri, anak, harta, uang, cinta, kasih sayang dll. Semua yang kamu sebutkan adalah bagian dari kehidupanmu, nah bagian-bagian tersebut membentuk dirimu. Jadi unsur-unsur yang dapat membentuk hidupmu itu banyak sekali. Ibarat rumah banyak sekali unsur-unsurnya. Ibarat mobil banyak betul peralatannya hingga mobil bisa jalan. Namun jangan karena salah satu unsur tidak ada atau hilang dari dirimu lantas kamu menjadi putus asa.

466. Jasadmu dengan seluruh anggota tubuhmu, jiwamu dengan seluruh anggota rohanimu, rohmu hanya satu(?) adalah pembentuk kehidupanmu yang bersipat internal ( di dalam dirimu/melekat padamu). Faktor extern dan intern yang membentuk dirimu tak ada satupun yang dapat kamu tahan bila meninggalkan dirimu, karena faktor-faktor tersebut ada bersamamu tapi bukan milikmu, semuanya milik Allah.

467. Suka atau tidak suka suatu saat kamu akan meninggalkan atau ditinggalkan anak dan istrimu. Kamu yang lebih dahulu atau atau belakangan menuju ke kematian, itu kamu tak tahu. Yang pasti adalah kamu, istrimu dan anakmu akan mati. Kematian adalah suatu kepastian yang tidak bisa ditolak oleh siapapun. Ditolak, ya mati. Diterima ya mati juga. Itulah kematian. Berani ya mati, takutpun mati. Didekati ya mati, dijauhkanpun mati. Dipercayai ya mati, tidak diyakinipun mati. Kematian adalah suatu kepastian,tapi banyak manusia yang tidak siap menghadapinya. Bahkan kaget atau heran mendengar berita si A mati tiba-tiba atau mati mendadak. Padahal tidak ada istilah mendadak dalam kematian, karenaaa sudah tertulis sebelumnya di kitab yang nyata. Hanya saja kamu tidak tahu kapan waktunya, itu saja !

468. Manusia seringkali lupa SDM(Sunber Daya Maut) yang mereka kejar kebanyak SDA(Sumber Daya Alam) dan SDM(Sumber Daya Manusia) yang terus meningkat. Tapi lupa pada yang namanya mati atau maut, sehingga seringkali menjadi lupa diri.

469. Kamu yang beramal atau betibadah sangat sedikit sudah merasa dekat dengan Allah, kamu yang sangat sedikit berdzikir kepada Allah sudah merasa dekat dengan Allah, kamu yang amat sedikit hapal ayat-ayat Allah saja sudah merasa dekat dengan Allah, apa lagi orang yang banyak beribadah, banyak berdzikir dan hapal semua ayat Al Qur'an , betapa dekatnya mereka dengan Allah. Itulah yang menyebabkan para aulia, ahli sufi, para ambiya yang enggan beranjak dari Allah, Karena mereka memang telah merasakan betapa nikmatnya beribadah, berdzikir dan membaca ayat-ayat Allah. Saking nikmatnya hal tersebut mereka melepaskan dunia, melupakan dunia, hilang lenyap dari kegiatan duniawi. Meraka begitu ikhlas dan ridho dengan hanya sepotong dua potong pakaian yang melekat ditubuhnya. Mereka sudah merasakan betapa nikmat berdekatan dengan Allah. Mereka tak membuthkan apa-apa lagi kecuali rasa cintanya kepada Allah, Allah dan Allah. Mereka betul-betul sudah merasakan bahwa diri mereka melebur di dalam Allah, hingga mereka tidak mengenal apa dan sipapaun, kecuali Allah. Yang ada di dalam diri, di dalam hati, di dalam pikiran dan di dalam roh, di dalam detak jantung, di dalam gerakan tangan dan kai, serta gerakan denyut nadi mereka hanya Allah semata. Sehingga sukar lagi dibedakan antara dirinya yang bergerak atau Allah.

470. Hingga merekapun berkata: " Aku adalah Dia dan Dia adalah Aku, Aku dan Dia adalah satu, bukan Aku yang berkata tapi Dia, bukan Aku yang berjalan tapi Dia, bukan Aku yang mendengar, merasa, melihat, meraba, berpikir tapi Dia" Nah kesadaran semacam ini tidak akan muncul dari orang kebanyakan. Hal tersebut berlaku dari yang khusus dan lebih khusus lagi. Siapa mereka? Yang tahu hanya Dia! Yang dijuluki oleh manusia belum tentu apa yanmg dimaksud oleh Dia. Fisik para sufi belum menjamin bahwa mereka adalah wali-Nya dalam arti yang sesungguhnya. apalagi yang mengaku-ngaku dirinya sufi!

471. Hadapi apapun tantangan yang ada dihadapanmu dengan tetap bermohon petunjuk dan perlindungan-Nya. Insya Allah tantangan tersebut ada hikmahnya.

472. Berjalan terus menuju ke depan jangan mundur. Di depan sedang menunggu Malaikat Maut, Dialah batas akhir perjalanan hidupmu. Bila maut datang, betapapun banyak hartamu tak satupun yang kamu bawa. harta benda memang bukan untuk di bawa mati, ia cuma alat untuk dapat bertahan hidup. Dengan harta Insya Allah urusanmu menjadi lebih mudah, karena apa yang kamu butuhkan dapat terpenuhi, walaupun harta tidak menjamin kebahagiaan hidup, namun harta dapat mengurangi kepapaan, kemiskinan, ketakberdayaan. Orang Islam tidak di larang memiliki harta yang banyak, asal harta tersebut dipergunakan untuk beribadah kepada-Nya. Dengan harta menuju ridho-Nya.

473. Mengenal Allah swt walau hanya nama dan sipat-sipat-Nya sudah membawa dampak yang amat positif. Apalagi kalau bertemu dengan dzat-Nya maka nikmatnya terhingga, nikmat itu akan abadi karena bertemu dengan Yang Maha Abadi.

474. Kamu yang beribadahnya sangat sedikit dan mempunyai iman yang sangat lemah dan seringkali melupakan Allah atau tidak berdzikir kepada-Nya sudah merasakan nikmatnya iman. Apalgi para sufi, nikmatnya iman akan tersa berlipat ganda, bahkan saking nimatnya imkan yang begitu tinggi. para sufi lari dari dunia, dunia tak punya arti apa-apa bagi mereka. Harta, tahta, wanita, anak dsb tak dapat menghalanginya, bahkan harta, tahta, wanita, anak ditinggalkannya.

475. Bagi para sufi yang amat sangat dicintai hanya Allah, Allah dan Allah, Yang ada di dalam seluruh anmggota tubuhnya hanya Allah, Allah dan Allah. Allah telah mengisi semua sisi hidupnya, sehingga tak ada satu sisipun yang kosong dari Allah.

476. Bagi sufi kemanapun dia memandang yang terlihat hanya Allah. Cipta, rasa dan karsa para sufi hanya kepada Allah semata. Antara dia dan Allah tak ada dinding penghalang apapun. Semua hijab/dinding penghalang lenyap.

477. Kamu sendirian, ya bersama Allah. kamu bergaul pada teman-temanmu, ya bersama makhluk Allah juga. Kamu mendengar musik yang bersuara indah, asalnya ya suara Allah. Udara yang kamu hirup, udara milik Allah. Jadi Allah bisa kamu temukan di mana-mana dan memang Dia Maha Berada, adanya Allah tidak memerlukan tempat, ruang atau waktu. Di ada di dalam semua itu sekaligus di luar semua itu. Unik kan. Dia Maha dekat sekaligus Maha Jauh, dekatnya tak terasa, jauhnya tak terjangkau oleh apapun dan siapapun. Saking dekatnya Allah hingga kamu tak merasa bahwa Dia lebih dekat dari urat nadimu sendiri. Dan saking jauhnya Allah, hingga kamu merasa bahwa Dia sangat jauh. Karena kamu tak merasakan Dia sangat jauh, berarti Dia dekat, namun walaupun Dia dekat kamu tak dapat menjangkaunya, berarti dia sangat jauh (bingung?).

478. Allah dapat dirasakan kedekatannya bagi yang merasakan dan selalu berdzikir kepada-Nya. Bagi yang tak merasakan, walaupun Allah Maha dekat, maka Allah baginya terasa amat jauh, sehingga tak ada sedikitpun di hatinya terbetik kata, nama, sipat Allah . Jadi yang ada, hanya dosa. dosa dan dosa.

479. Apa bila kamu sudah berada didalam Allah, maka kamu tak memerlukan apa-apa lagi, karena Allah akan mencukupi semua yang kamu butuhkan. kamu sebenarnya sudah ada di dalam allah, tapi kamu tak merasakan bahwa sebenarnya kamu berada di dalamnya. hakekatnya apapun yang kamu kerjakan dimanapun, kamu tak pernah keluar dari-Nya. Mengapa? Karena seluruh isi alam semesta ini di dalam kekuasaan-Nya, mau keluar kemana? Kamu berada didalam genggaman tangan-Nya.



480. Melayani dan membentengi ummat dan memberi peringatan itulah kewajibanmu sekarang. Insya Allah. Hidupmu hanya sekali, jadikan yang sekali itu mempunyai makna atau arti walaupun hanya sebutir atom. Karena Allah tetap memberikan ganjaran pahala, walaupun perbuatan baik hanya sebesar atom saja! Kalau tidak bermanfaat bagi orang lain, minimal bermanfaat bagi dirimu sendiri dan keluargamu. Sebagaimana firman Allah : " Hai orang-orang yang beriman Jagalah dirimu dan keluarga dari api neraka"

481. Awal dari setiap langkahmu adalah dari Allah dan tujuan akhir dari setiap langkahmu adalah Allah. Dari Allah ke Allah.

482. Membicarakan Allah tak habis-habisnya. Disitulah kebesaran dan kekuasaan Allah. Allah itu Maha Satu, Maha Esa, Maha Tunggal, tapi manusia mengupas yang Maha Satu sudah ribuan tahun belum juga selesai. Ribuan bahkan jutana generasi yang akan datangpun tidak akan tuntas menulis dan mempalajari tentang yang Maha Satu, padahal yang baru ditulis oleh manusia itu baru nama dan sipat-sipat-Nya , belum dzat-Nya. Jangan kan dzat Allah, mengenai roh manusia sendiripun sudah ribuan tahun dipelajari, tapi roh tetap tidak ketemu dan hakekat roh tetap menjadi rahasia yang sangat besar bagi manusia.

483. Roh adalah salah satu bagian dari rahasia-Nya karena itu rahasia-Nya maka betapapun manusia mencoba membuka atau ingin mengungkap rahasia roh, tetap saja tidak mampu!

484. Kalau mereka lari menjauhi Allah dan mengejar dunia semata, maka untukmu usahakanlah lari mendekati Allah dan mengejar alam akherat yang lebih abadi dibanding dunia yang sangat fana ini. Dan lari menuju Allah sebenarnya tak diperlukan lagi olehmu, karena saat kamu melangkahkan kaki pertama kali untuk start, awal langkahmu itu dari gerakan Allah, Allah yang menggerakkannya, Allah yang mengizinkan kakimu untuk bergerak. Itu artinya kamu bergerak berasal dari Allah, sudah bersama Allah, lalu buat apa menuju ke Allah lagi? Dan seandainya kamu tetap berlari untuk bergerak menuju Allah, sedangkan alanya dari Allah, maka itu artinya kamu berputar pada tempat yang sama yaitu Allah, Allah juga ! Jadi jangan kamu katakan : "dari Allah ke Allah" tapi katakan lah : " Pada Allah, di dalam Allah !".


485. Kalau kamu sudah di dalam Allah, kamu tak perlu kemana-mana lagi. Kalau kamu sudah di Allah, di dalam dan diluar sama. Dan sebenarnya kata di luarpun tidak tepat, karena semua yang ada di alam semesta ini, termasuk alam semesta itu sendiri di tambah dengan makhluk-makhlu gaib semuanya ada di dalam Allah, semua dibawah kekuasaan-Nya, tak ada sesuatupun yang di luar Allah, tak ada sesuatu yang di luar kekuasaan-Nya, karena tak ada yang mengusai semua itu, kecuali Allah. Yang membatasi alam semesta dari luasnya yang tak terhingga adalah Allah. Betapapun luasnya alam semesta, Allah lebih Maha Kuasa dan Menguasainya.

486. Kamu tak perlu menyendiri atau mengasingkan diri untuk bertemu Allah, karena ditempat yang sangat ramai dan sangat bising sekalipun, Allah dapat kamu temukan, bukankah suara itu milik Allah. Dari suara yang sangat halus sampai suara yang tak terhingga kerasnya, tetap suara dari Allah, milik Allah. Jadi untuk bertemu dengan Allah tidak hanya di Mesjid-mesjid, di mushollah-mushollah atau di tempat-tempat ibadah lainnya. Di dalam tanah sekalipun, seperti di Stasiun Metro di Moskow yang kedalamnya antara 100 meter-200 meter tetap masih bisa bertemu Allah, berdialog dengan Allah. Bahkan kamu pernah melihat sendiri ada dua orang perempuan kulit hitam yang dengan tenangnya shalat di dalam stasiun Metro Ahodriyad di Pusat Kota di dalam tanah ! Sekali lagi Allah tidak memerlukan tempat apapun, Dia bisa ditemukan dimanapun dan pada saat kapanpun!

487. Setiap detik, setiap menit, setiap jam yang kamu lalui adalah detik-detik, menit-menit, jam-jam bersama Allah, kalau kamu merasa bosen melalui detik-detik, menit-menit atau jam-jam tersebut berarti kamu bosen kepada Allah. Itu berarti kamu telah melakukan kesombongan yang sangat luar biasa kepada Allah. Karena bagaimanapun waktu apapun namanya( bisa detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, abad dsb) adalah milik Allah. Kalau kamu bosen pada milik Allah berarti kamu sudah kupur terhadap nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu. Karena waktupun adalah karunia atau nikmat Allah. Coba kamu pikirkan seandainya kamu tidak diberikan oleh Allah sang waktu, itu sama juga kematianmu! Mengapa ? karena dalam hidupmu kamu memerlukan waktu, walaupun hitungannya detik. Dari waktu ke waktu adalah milik Allah, tak ada satu detikpun kehidupan tanpa waktu.



488. Jika Allah hendak memberikan petunjuk kepadamu berupa ilham, bisa dikala kamu sedang terjaga atau disaat kamu sedang tidur, tak ada sesuatupun yang dapat membendung ilham yang datang dari-Nya, termasuk dirimu sendiri. Ilham atau petunjuknya, jika Dia menghendaki akan seperti air terjun yang mengalir begitu derasnya, seakan-akan ide atau ilham itu datang terus menerus tanpa henti-hentinya, datang dan datang lagi. Sudah kamu catat, eh datang lagi, dicatat lagi, dia datang lagi. Habis isi pulpen yang satu, ganti yang lain lagi dan ilham itu tetap datang lagi. Allahu Akbar. Alhamdulillah!

489. Hidup bersama dengan Allah tidak mengenal kata susah, menderita, gelisah, resah dsb, Karena disaat tak punya apapun dan di saat tidak bersama dengan siapapun tetap saja bahagia, jiwa begitu tenang, lapang, tentram dan seperti tak punya beban apa-apa, jiwa tersa begitu ringan, seperti melayang dan di dada terasa amat lapang dan luas sekali ! Alhamdulillah.

490. Orang yang apa bila sendirian merasa kesepian berarti orang tersebut tidak menyadari kebersamaan Allah dengannya. Orang tersebut biasanya hanya terpaku pada cinta yang sempit yaitu cinta kepada istrinya, kekasih, anaknya, atau orang-orang yang dicintainya, sehingga bila tidak ada bersamanya, walau disekitarnya banyak orang lain, tetap saja kesepian. maka agar kesepian itu hilang darimu, angkat rasa cintamu kepada yang lebih tinggi dan yang lebih luas lagi yaitu menyintai Allah yang Maha Tinggi dan Maha Luas cinta-Nya. Menyintai Allah tidak memerlukan bertemu wujud fisik atau dzat-Nya. hanya dengan menyebut nama-Nya atau berdzikir akan sipat-sipat-Nya sudah membawa ketenangan jiwa. Sedangkan cinta kepada manusia, apalgi cinta kepada yang berlawanan jenis biasanya yang timbul adalah hawa napsu syetaniah, Dan apabila tidak dipenuhi akan menimbulkan kegelisahan, keresahan, tidak bisa tidur dsb. Inilah ruginya menyintai manusia. Hal tersebut tidak akan kamu jumpai jika kamu menyintai Allah. Cinta kepada Allah memunculkan atau melahirkan napsu mutmainnah atau jiwa yang ketenangan dengan penuh keridhoaan kepada-Nya dan Allahpun ridho kepadamu. Maka maha benar Allah dengan firman-Nya : " Jangan kamu menyintai istri, anak, harta bendamu melebihi cintamu kepada Allah" Istri, anak, harta benda adalah alat atau sarana untuk menyintai Allah. tujuan akhir dari cintamu adalah Allah semata.



491. Stefanie Follini wanita dari Italia hidup dalam Gua Lost Cave di New Mexico selama 5 bulan ( 13 januari 1989 s/d Juli 1989 ) tanpa cahaya, tanpa waktu. Di dalam kegelapan dan dalam kesunyian dalam arti yang sesungguhnya. Tanpa suara, tanpa siapapun di dalam gua itu, ia benar-benar dalam kesendirian, ia melakukan eksperiment guna mengetahui seberapa berat suatu beban kesunyian yang harus dihadapi.

492. Kalau kamu merasa kesepian, kamu bisa ditertawakan oleh stefanie Follini, mengapa ? Karena kamu sebenarnya tidak kesepian, karena kamu masih bersama orang lain, masih ketemu cahaya, masih berjumpa dengan waktu yang berputar, masih merasakan perubahan waktu, masih mendengar suara, masih bisa berdialog dua orah dengan orang lain, masih bisa begerak bebas dari satu tempat ketempat lain, dari suatu ruang ke ruang yang lain dst. Maka omong kosong kalau kamu merasa kesepian !

493. Bagi sufi, mereka lebih menyukai sepi dan sendirian karena dengan menyepi dan menyendiri lenih banyak waktu yang ia gunakan untuk berdzikir dan bermunajat kepada Allah.

494. Bagi yang tidak beriman sepi dan sendirian baginya adalah siksaan, bukan karunia Allah.

495. Tetaplah berbuat baik, dibalas atau tidak itu bukan urusanmu. Tetaplah menyintai sesamamu, di balas atau tidak itu bukan urusanmu. Tetaplah memberi, dia balas atau tidak bukan urusanmu. Berbuat baik, menyintai dan memberi adalah kewajibanmu. Insya Allah.

496. Jangan berbantah-bantahan dengan orang yang tidak mengerti permasalahannya dan jangan pula berbantahan dengan orang yang tidak sepaham denganmu, apalagi berbantahan dengan orang yang emosional, jangan! Karena hanya menimbulkan komplik yang berkepanjangan.

497. Sekaranglah saatnya kamu menangis sebanyak-banyaknya, mohon ampunlah kepada-Nya, menyesalah sekarang juga, jangan di tunda-tunda. Karena jika kamu baru memohon ampun menjelang saat kematian, sia-sialah itu semuanya. Air mata, mohon ampunan dan penyesalan sudah tidak berguna lagi, sekaranglah waktunya untuk bertobat.

498. Kesakitan, kepedihan, penderitaan, kesengsaraan, kehinaan yang bagaimanapun jika itu masih di dunia belum berarti apa-apa, jika dibandingkan dengan kesakita, kepedihan, penderitaan, kesengsaraan, kehinaan di akherat kelak, di saat kamu masuk nereka jahanam! Di nerakan jahanam itu 1001 macam kepedihan, kesakitan, penderitaan, kesengsaraan dan kehinaan kumpul manjjadi satu. Betul-betul azab yang sangat besar!

499. Kesakitan, kepedihan, penderitaan, kesengsaran dan kehinaan di dunia masih terbatas, kalau tidak tahan terhadap semua itu paling-paling ya mati! Tapi kesakitan, kepedihan, penderitaan, kesengsaraan dan kehinaan di akherat tak kenal batas waktu, tak kenal akhir, selamanya, abadi ! terutama untuk orang-orang kapir!

500. Rasa cinta dan kasih sayang Allah tak terbatas. Dia diakui atau tidak, Dia dimusuhi atau tidak, Dia disembah atau tidak, Dia tetap saja memberi, menyintai dan menyayangi makhluknya, Dia tidak pernah mengusir dari planet bumi ini orang-orang yang kapir yang mengingkari keberadaan-Nya.

501. Orang-orang yang terdekat dengamu bisa saja menjadi musuhmu yang paling banyak menentang seperti : Bapaknya Nabi Ibrohim as, Saudara tirinya Nabi Yusuf as, Anak dan istrinya nabi Nuh as dan hampir seluruh nabi ditentang oleh ummatnya sendiri.

502. Dan Allah berfirman dalam surat At Thagabun ; 15 : " Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya dari antara istri-istrimu dan anak-anakmu itu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka " Oleh sebab itulah, maka istri dan anak perlu dididik aaagar tidak menjdi musuh bagimu. Bila sudah dididik masih ujuga membandel, ya bertaqwalah kamu kepada-Nya, berserah dirilah kamu kepada-Nya.

503. Kepada anakku : Gibran Qadaranta " Dalam situasi yang bagaimanapun selama masih di dunia akan ada resikonya. yakinlah anakku sayang, tangan-tangan Allah akan selalu hadir menolongmu dengan caranya sendiri, yakinlah anakku sayang bahwa Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang akan menjagamu, karena kamu anakku adalah titipan-Nya. Anakku jaga dirimu baik-baik, teruslah berjuang agar kamu tetap hidup dalam ridho dan di ridhoi-Nya.

504. Jangan menyerah anakku. Anakku berjuang dan berjuang terus, jangan putus asa. Hidupmu masih sangat panjang, masih sangat jauh, Insya Allah. Kamu jangan putus asa, jangan menyerah, teruslah berdoa dan berdzikir dengan caramu sendiri. Dia Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

505. Apa artinya indahnya alam bagi orang buta ? Apa artinya musik yang sangat merdu bagi orang tuli ? Aapa artinya lezat makan bagi orang yang sedang sakit ? Apa artinya kekayaan yang melimpah bila badan lumpuh ? Apa artinya istri yang canmtik bila tidak bisa memenuhi tugas dan kewajibanya ? Bagimu Allhamdulillah semua itu dapat kamu rasakan, Maka nikmat Allah yang mana lagi yang mau kamu dustakan ? Karunia Allah telah kamu terima, maka bersyukurlah kepada-Nya. Dengan syukur kepada-Nya nikmat Allah itu akan ditambah lagi oleh-Nya dan menambah kebahagiaanmu yang sudah ada.

506. Bungkusan betapapun indahnya dan bagusnya akan di buang ke tong sampah ! Jasad betapapun tampan dan cantiknya selangit, pada akhirnya hanya akan menjadi santapan cacing-cacing tanah dan hanya akan menjadi bangkai yang amat busuk.

507. Jabatan, harta kekayaan, istri, anak dsb bukan milik kita. Kita tidak tahu bila tiba-tiba itu semua diambil oleh pemilik-Nya yaitu Allah swt. Kamu setuju atau tidak semua itu pasti meninggalkan atau ditinggalkan olehmu, yang tinggal cuma amal ibadahmu, itu juga kalau punya, kalau tidak ya sia-sialah hidup yang telah diberikan Allah selama ini padamu.

508. Kamu diciptakan ke dunia bukan sendirian, sebelumnya sudah ada manusia-manusia lain. Kamu sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendirian tanpa orang lain disekitarmu. Maka karena manusia lainya punya hati, punya perasaan, pikiran dll yang sama denganmu, maka hati-hatilah bergaul dengan sesamamu, jangan sampai kamu dijauhi oleh orang lain karena sipat-sipatmu yang buruk. Tapi kalau kamu dijauhi karena mempertahankan aqidah dan syariat agamamu, keimanan atau keyakinanmu jangan takut! Dalam hal yang satu ini adalah sangat frinsipil , yang tidak boleh bergeser sedikitpun dimana saja dan pada saat kapan saja. Pegang kuat-kuat keimananmu jangan sampai lepas


509. Untuk mengetahui dan merasakan manfaatnya cahaya, kita tidak mesti berada dalam kegelapan terlebih dahulu. Untuk merasakan betapa besarnya nikmat keimanan, kita tidak mesti jadi orang yang kapir terlebih dahulu atau pindah dulu dari satu agama ke agama lain. Maka itulah manfaatnya belajar dari sejarah, belajar dari pengalaman yang tidak mesti dialami sendiri oleh kita. Usia yang mat sangat pendek dibandingkan dengan masa kehidupan yang begitu panjang, Usia kita tak cukup untuk mengalami semua peristiwa, semua kejadian, semua fakta, semua kenyataan, semua khayalan, semua impian, semua cita-cita, semua harapan dsb. Manusia sebagai individu-individu tak akan cukup untuk mengalami semua peristiwa, satu peritiwa kecilpun tak cukup untuk usia manusia yang sangat pendek. Dan kelemahan manusia sebagai individu atau sebagai kelompok tidak bisa mengalami berbagai peristiwa secara bersamaan atau dalam waktu yang bersamaan. Manusia terikat oleh ruang , waktu dan tempat. Manusia tidak bisa pada saat bersamaan berada pada ruang, waktu dan tempat yang berbeda!

510. Apa yang ada padamu semua itu adalah nikat atau karunia Allah semata! Semakin kamu syukuri nikmat dan karunia Allah itu semakin terasa nikmatnya. Nikmat serta karunia itu bila di syukuri akan terasa bertambah-tambah nikmatnya.


511. Bagi Ahli tarekat/sufi kebahagiaan tertinggi bagi mereka adalah menyatu dengan Allah, caranya mereka menyebut/berdzikir nama Allah, Allah dan Allah atau Laa illaha illallah, bisa sampai 1000 x, 2000 x, 3000x, 4000 x, 5000x ...., 10.000 x bahkan tak terhitung banyaknya dalam sehari semalam. Tak ada rasa lelah dan keluh dalam berdzikir sebanyak itu. Semakin banyak menyebut nama Allah atau berdzikir mengucapkan kalimat Laa illaha illallah, mereka semakin bahagia, walaupun dikantong mereka tidak ada sepeserpun uang ! Harta benda duniawi bagi mereka sangat kecil nilainya, bahkan bisa tak bernilai apa-apa bagi mereka. Jika manusia kebanyakan mati-matian mengejar harta benda duniawi, para ahli tarekat atau sufi acuh tak acuh terhadap itu semua.

512. Bila kamu mati, kamu tak punya urusan apa-apa lagi dengan mereka yang masih hidup. Jasadmu dimandikan, dikapani, di shalatkan dan di kuburkan, kamu tak bisa apa-apa lagi.

513. Kematianmu hanya dekat saja. Kematianmu tidak bergantung pada waktu, usia atau tempat. Dimana saja, kapan saja atau pada umur berapapun saja kamu bisa mati. Kunci kematianmu sangat dekat yaitu ada pada Allah Yang Maha Dekat denganmu.

514. Kalau mereka bisa bermain bilyar, main gaple berjam-jam sambil bergadang ditengah malam, biasanya malam liburan, kenapa kamu tidak mempergunakan waktu yang sama untuk berdzikir kepada Allah swt ( Bergadang atau bangun di malam hari untuk berdzikir kepada Allah sebanyak-banyaknya ) Insya Allah. Kalau main bisa berjam-jam, mengapa tidak bisa berdzikir kepada Allah swt berjam-jam juga? Disinilah niat dan kemauan diperlukan, serta kesadaran dalam berdzikir kepadaNya sangat diperlukan!

515. Kalau mereka merasakan nikmatnya main bilyar, main gaple, hingga berjam-jam mereka bermain di malam-malam buta, maka usahakanlah berdzikir kepada Allah swt ditengah-tengah malam buta, Insya Allah kamu akan merasakan nikmat berdzikir kepada-Nya, disitulah nikmat iman akan terasa. Bila iman tidak terasa nikmat, berarti dzikirmu belum benar, mungkin hanya mulutmu saja yang berdzikir kepada Allah, sedangkan hatimu keliling kemana-mana, tak karuan.

516. Mereka meresapi betul permainan bilyard, main gaple dan berbagai jenis permainan lainnya, hinggaaa tertawa lepas dan salin mengejek. Nah mengapa tidak kamu meresapi dzikir kepada Allah hingga kamu bertambah khusu kepada-Nya. Dalam dzikir, penuh dengan kemulyaan. Ingat, dalam jenis permainan apapun biasanya penuh dengan ejekan, hinaan dan salin menjatuhkan, Sedangkan berdzikir penuh dengan limpahan rakhmat Allah dan ridho Allah. Dalam bermain penuh dengan napsu syetan, makin mendekati syetan dan menjauhi Allah swt.

517. Pada akhirnya kamu kembali lagi ke titik nol, kehampaan, ketiadaan, ketakberdayaan, ke tanah, ke maut dan terakhir ke Allah! Maka tamatlah hidup dan kehidupanmu. Yang tinggal hanya amalmu, itu juga kalau kamu punya amal, jika tidak punya amal ibadah, maka Nol-mu menjadi sempurna, kosong-mu sempurna dan sia-sialah hidup dan kehidupanmu.












Dia Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang


Betapa maha Pemurah dan Maha Pengasihnya Allah, ibadah manusia yang hanya sedikit dalam puluhan tahun, di balas oleh Allah dengan syurga yang abadi yang nilainya bisa ratusan juta tahun, milyaran tahun, trilyunan tahun bahkan tak terhingga. Bahkan dalam puluhan tahun ibadah manusia efektifnya tidak puluhan tahun, tapi hnbaya seperlimanya dan yang seperlimanya itupun, kadang-kadang dibarengi ria, tidak 100% ikhlas.
Ya Allah, Engkau benar-benar Maha Pemurah, Engkau benar-benar Maha Pengasih dan Maha Penyayang, sedikit ibadah dibalasnya tak tanggung-tanggung, syurga abadi. HambaMu yang penuh dosa, masih saja Engkau ampuni jika mau bertobat. HambaMu yang hina, Engkau mulyakan dengan karuniaMu, dengan hidayaMu, dengan ilmuMu.
Ya Allah, terbatastas kata-kata hambaMu untuk menjabarkan kasihMu, sayangMu, cintaMu. ( 13 Agustus 2004)
Nilai ibadahmu tak punya arti apa-apa di hadapan karuniaNya, nilai ibadahmu tak cukup pantas memasukan ke syurgaNya yang indah. Jangan-jangan nilai ibadahmu nol atau sia-sia, karena ada ria di dalamnya. Koreksi dirimu, koreksi ibadahmu, hitunglah, timbanglah sebelum kamu mati !

Jangan ragu buat melangkah


Langkahkan kakimu, sekecil apapun. Jangan ragu untuk melangkah, melangkahlah sekemampuan, melangkahlah sejauh yang bisa kamu lewati. Jangan diam ditempat, bergerak terus sebisamu, sekemampuan. Jangan berhenti bergerak,
kecuali mati.

Tuesday, May 09, 2006

44 cara merasakan manisnya Iman


1.Bila kamu tidak merasakan manisnya beriibadah kapada Allah SWT, berarti di hatimu masih ada setan yang mengganggu.

2.Bila kamu berkata, sudah menemukanNya, itu sombong !
Bila kamu berkata, tidak mau menemukanNya, itu angkuh !
Bila kamu berkata, tidak membutuhkanNya, itu kapir !

3. Ya Allah, berikanlah hamba kemampuan untuk tetap sabar dan ridho atas segala apa yang telah Engkau berikan dan yang akan Engkau berikan, baik yang hamba sukai maupun yang hamba tidak sukai dan yang tidak hamba kehendaki mapun yang hamba kehendaki, karena apapun hakekatnya berasal dariMu jua dan akan kembali kepadaMu jua.

4. Kamu tak akan pernah bisa keluar dari kekuasaanNya, karena kemanapun kamu pergi, semua tempat adalah milikiNya, di bawah kekuasaanNya.

5. Kaya belum tentu mulia dan miskin bukan berarti hina.

6. Ridho Allah terukir pada seorang ulama yang hidup cukup, tapi terlihat sederhana. (mimpi 16 April 2003 )

7. Nabi setiap hari tidak kurang beristigfar antara 70 kali - 100 kali, loh kamu yang hina dina kok diam aja !

8. Kalau waktumu hanya terus menerus mengingat-ingat dosa-dosamu di masa lalu, lalu kapan waktumu untuk mengingat Allah ?

9. Seandainya kamu bisa masuk syurga diakherat nanti, itu bukan karena amalmu, tapi karena karunia Allah semata-mata, mengapa ? karena betatapun banyak amalanmu tak akan bisa/tak sebanding dengan nikmat Allah yang paling kecil sekalipun.

10. Isi kebun- kebunmu dengan dzikir kepada Allah, pagari kebun-kebunmu dengan istigfar kepadaNya.

10. Tidak setiap amal diterima, tapi setiap kejahatan/dosa pasati diterima balasannya.

11. Sudah berdoa saja bel;um tentu dikabulkan, apalagi tidak mau berdoa. Sudah sholat saja belum diterima pahalanya, apalagi tidak mau sholat .

12. Pujian manusia tidak menyebabkan kamu masuk syurga dan hinaan manusia tidak menyebabkan kamu masuk neraka.

13. Apa hakmu meminta kepada Allah ? Dan kalaupun kamu meminta atau berdoa itu bukan berarti kamu punya hak kepadaNya atau dariNya, kamu meminta atau berdoa karena diperintahkan olehNya.

14. Allah Maha Monitor, tidak sekejappun perbuatanmu yang tidak terlihat olehNya.

15. Pemahaman dan pengertria , bukan berkat usahamu sendiri, semua itu diberikan Allah kepadamu karena karunia Nya semata-mata.

16. Sebanyak apapun amamlmu tidak bisa membuka salah satu pintu syurga buatmu, yang menyebabkan pintu syurga terbuka untukmu adalah karuniaNya.

17. Betapapun banyak amalmu, tidak akan pernah sevabding dengan sedikit saja karuniaNya.

18. Hukum Allah berkaitan dengan hukum sebab akibat, bila bertentangan dengan dengan hukum sebab akibat itu namanya mukzijat dan mukzijat terjadi sewaktu-waktu, kecuali mukzijat Al Qur'an yang abadi sepanjang jaman.

19. Dibalik setiap musibah, Allah telah menjanjikan hikmah, karena tak ada satrupun perbuatanNya yang tidak mengandung hikmah atau sia-sia.

20. Apa yang diberikan Allah padamu, itulah yang terbaik menurut Allah buatmu.

21. Jika ridhomu kepada Allah, sungguh-sungguh benar, makan akan ringanlah segala urusanmu dan beban-beban dihatimu akan terangkat atau diangkat olehNya.

22. Ridho terhadap yang kamu sukai, Insya Allah mudah melakukannnya, tapi mampukah kamu ridho terhadap yang kamu benci, yang tidak kamu sukai, yang kamu tidak kehendaki ?
Mampukah kamu tetap sabar dan ridho disaat sakit, menderita, miskin, papa, dihina, dicaci, dimaki, dijatuhkan, diremehkan, diturunkan, dijauhi, dikhianati, diombang-ambingkan ?

23. Katakanlah : Insya Allah (jika Allah menghendaki ) pada segala sesuatu yang belum terjadi.
Segala sesuatu yang belum terjadi adalah hak Allah, sedetikpun waktumu dimasa depan, kamu tak menguasainya.

24. Jangan meminta, dikasih ambil. Sebab sesuatu yang tidak diminta, tapi diberikan adalah rejeki dari Allah.

25. Allah lebih mengetahui kebutuhanmu dari pada dirimu sendiri. Jadi bila ada doa atau pemohonanmu yang tidak dikabulkan olehNya, bisa jadi doa atau permohonanmu itu tidak diridhoiNya atau berdampak negatif bagimu.

26. Dia tidak membuthkan apa-apa darimu, rasa syukurmu kepadaNya juga bukan untukNya, tapi hikmahnya kembali kepadamu.

27. Kebencian manusia padamu, dampaknya terbatas hanya di dunia, tapi bila Allah tidak ridho padamu, dampaknya doble yaitu rugi di dunia juga rugi akherat.

28. Tidak ada pembawa kebenaran yang tidak dimusuhi orang !

29. Membalas kemarahan dengan kemarahan, jadilah setan. Membalas api dengan api, jadilah kebakaran. Membalas kejahatan orang gila, ya sama gilanya. Bagi yang akhlaknya sempurna, dicintai dan dibenci, dipuji dan dihina, dimuliakan dan diremehkan dst baginya sama saja, tak akan merubah akhlaknya.

30. Kamu belum diapa-apakan oleh musuh-musuhmu, kamu belum apa-apa, belum diusir, belum disakiti badanmu, belum dikhianati dsb. Belum ditebas batang lehermu, belum digantung lehermu, belum dicaci maki dirimu.

31. Bila dihadapanmu seseorang sudah baik, mengenai di hatinya dan dibalik punggungmu itu bukan urusanmu.

32. Rejeki Allah yang diberikan kepadamu, bukan lantaran pujianmu pada orang lain, dan bila rejekimu belum datang, juga bukan lantaran kebencian orang lain padamu.

33. Ilmu yakin, baru mengetahui berupa berita, kabar atau ilmu.
Ainul yakin, baru melihat sendiri apa yang diberitakan atau diajarkan
Haqqul yakin, telah mengetahui, melihat dan merasakan dendiri. Seperti apel, mengetahui ada buah apel itu ilmu yakin, melihat buah apel itu ainul yakin dan makan apel itu haqqul yakin.

34. Dzikir itu ibadah yang paling murah, gratis ! tanpa alat bantu apapun, tak perlu beli apa-apa, hanya menggunakan hati atau mulut dan didorong oleh niat dan kemauan. Kemampuan kamu untuk berdzikir kepada Allah adalah ataskehendakNya jua, tanpa kehendakNya, kamu tak akan pernah bisa berdzikir kepadaNya, Jadi hakekatnya Dialah yang berdzikir kepadaNya, Dialah yang mengingat Dia.

35. Pada hakekatnya kamu tidak punya apa-apa, semua yang ada padamu adalah milik Allah SWT. Kamu pada hekekatnya nol, kosong, hampa, fana, tiada.

36. Apapun amal ibadahmu, itu bukan karenamu, tapi atas kehendakNya, Dialah yang menggerakkan itu semua, tanpa kehendakNya, tak ada satu amal apapun yang bisa kamu perbuat.

37. Orang yang tinggi ilmunya, tapi tidak mengamalkan ilmunya, ya ga perlu dihormati. Setinggi apapun ilmu seseorang, kalau ga puasa, sholat, zakat dan haji, ya sama juga bohong.

38. Apabila ada orang yang bekata " Aku paling pintar, paling sholleh, atau paling beriman dan bertaqwa" maka tinggalkanlah orang itu, karena dia telah menyatakan secara jelas kesombongannya. Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. Karena kesombombongan seberat jarahpun adalah salah satu jalan ke neraka.

39. Hubungan dengan Allah, langsung ! tak perlu perantara apa dan siapapun, karena Dia sudah berada bersamamu, dimanapun dan kapanpun kamu berada.

40. Kamu tak perlu takut pada masa depanmu, karena semua itu sudah menjadi ketetuanNya, Dia yang menjadikanmu, Dia pula yang menjamin kehidupanmu.

41. Orang yang mencintai dan dicintai Allah, tidak takut terhadap celaan orang yang suka mencela !
Sebanyak apapun amalmu, tak berati apa-apa dihadapan karunia Allah yang paling kecil sekalipun.

42. Tanah kelahiramu, bukan negara ! tapi kuburan ! Di kuburanlah tempat tinggalmu yang terakhir !

43. Kamu harus bersyukur kepada Allah, karena allah telah mendorongmu untuk bersyukur kepadaNya, tanpa dorongan Allah, kamu tak akan dapat bersyukur kepadaNya. Dia memuji diriNya sendiri dengan ucapan syukurmu.

44. Bila orang-orang jahat tidak takut melakukan kejahatan, lalu mengapa kamu takut melakukan kebenaran bila kamu memang benar ?


Monday, May 08, 2006

Kamu dan Dia


Kamu dan Dia

Kamu sebutir debu, Dia padang pasirnya
Kamu setetes air, Dia samudera yang sangat luas
Kamu seberkas cahaya, Dia maha menteri
Kamu sebatang ranting, Dia Maha Hutan yang lebat

Kamu sangat hina, Dia Maha Mulia
Kamu sangat Fana, Dia Maha Abadi
Kamu sangat bodoh, Dia Maha Berilmu
Kamu sangat lemah, Dia Maha Perkasa
Kamu sangat rendah, Dia Maha Tinggi

Kamu sehelai daun, Dia jutaan bahkan milyaran daun yang Maha Lebat
Kamu hanya setitik, Dia Maha Perpustakaan
Namun Dia berkata ....
Padang pasir dikenal karena debunya
Samudera dikenal karena airnya
Mentari dikenal karena cayahanya
Hutan dikenal karena pohonnya

Dia Yang Maha Mulia, karena ada kamu yang hina
Dia Yang Maha Abadi, karena ada kamu yang fana
Dia Yang Maha Berilmu, karena ada kamu yang bodoh
Dia Yang Maha Perkasa, karena ada kamu yang lemah
Dia Yang Maha Tinggi, karena ada kamu yang rendah

( Moskow, Jum'at, 20 Sep 2002 )

Dzikirmu kepadaNya


Jika seluruh dzikir kamu persembahkan kepada allah SWt, tak akan pernah bisa membalas satu hembusan napaspun yang telah kamu pergunakan, tak pernah bisa menggantikan sepotong rezeki Allah yang manapun !

Dzikir itu untukmu, bukan untuk Dia. Dia tak perlu dzikirmu dan apapun darimu.

Dia melihat Allah ada dalam segala sesuatu dan pada setiap saat, serta pada setiap ruang dan waktu, tanpa batas apapun.

Satu itu banyak dan banyak itu satu. Segala yang ada, ada Dia. Dia ada dalam segalanya.
Apapun yang kau lihat adalah Dia dan Dia ada pada apapun yang kau lihat.

Kebahagiaan dan azab di Dunia


Azab di dunia belum apa-apa, jika dibandingkan azab di neraka yang abadi dan azab di neraka yang abadi belum berarti apa-apa jika dibandingkan bila dikutuk Allah SWT.
Kebahagiaan di dunia belum berarti apa-apa jika dibandingkan kebahagiaan di syurga abadi dan kebahagiaan di syurga yang abadi belum berarti apa-apa jika dibandingkan dicintai Allah SWT.
Apapun yang kamu kerjakan kamnu akan mati juga, kemanapun langkahmu kau arahkan, kematian juga yang akan kau jumpai. Sejauh-jauhnya perjalananmu, diujungnya ada kematian !
Adakah azab sengsara yang lebih tinggi dibandingkan kutukan Allah SWT ?
Adakah kebahagiaan yang lebih tinggi dibandingkan kecintaan Allah SWT ?
Ada saat Allah memberi, ada saat Allah menghambil, semua itu adalah milikNya termasuk apa yang ada padamu. ( 12 Des 1996 )
Apa saja yang diingat, yang teringat hanya Allah
Apa saja yang dilihat, yang kelihatan hanya Allah
Kemana saja kaki melangkah, yang dituju hanya Allah
Apapun yang didengarkan, yang terdengar hanya Allah
Apa saja yang dirasakan, yang terasa hanya Allah

anakku titipan Allah


Anakku Gibran Qadaranta !
Kau berasal dari Allah
Kau hidup di bumi Allah
Kau akan kembali kepada Allah
Maka, jalanlah kau dari Allah menuju Allah.

Sunday, May 07, 2006

Wahai Syaripudin Zuhri


Wahai Syaripudin Zuhri, jika kamu mati tidak meninggalkan bekas apa-apa, maka buat apa kamu dilahirkan ke dunia? JIka kamu tidak meninggalkan pemikiran-pemikiranmu dalam bentuk tulisan, maka buat apa akalmu diciptakan ?

Ingat, kematianmu bukan semakin jauh, tapi semakin dekat dan kematianmu bisa datang tiba-tiba tanpa memberi tahu apa-apa sebelumnya padamu.

Tanyakan dirimu, wahai Syaripudin Zuhri, apa yang kamu tinggalkan setelah kematianmu nanti ? Kamu mati meninggalkan karya apa ? Apa yang kamu tinggalkan bila kamu mati ?

Wali Allah "tenggelam " bersama Allah dimanapun dan kapanpun dia berada, wali Allah hanya dikenal oleh sesama wali, karena Allah memang menyembunyikan kekasih-kekasihNya. Wali Allah disembunyikan oleh Allah hanya untukNya.

Disetiap jaman ada wali- wali Allah SWT, yang hanya diketahui oleh Allah, karena wali Allah tidak ingin dikenal, tak ingin terkenal dan wali Allah tidak memperkenalkan dirinya, wali !
Dia tidak seperti Nabi dan Rosul yang memang harus memperkenalkan dirinya sebagi utusan Allah.

Thursday, May 04, 2006

Sudahkah Anda Sholat ?

it

SUDAHKAH ANDA SHALAT ?
MENGAPA ANDA TIDAK MAU BERSYUKUR
DENGAN BERSUJUD KEPADANYA ?
BUKANKAH NIKMAT ALLAH SWT
SETIAP DETIK TELAH ANDA PERGUNAKAN ?
INGATLAH HARI PEMBALASAN !!!

Sepotong Kurban


Para hadirin , rohimakumullah !
Allahu Akbar ! Segala puji bagiMu Ya Allah, kita persembahkan puja dan puji hannya kepadaNya, kita mohonkan pertolongan dan hidayahNya.
Allahu Akbar ! Wahai yang mengusai alam semesta, yang menghidupkan dan yang mematikan, , saksikanlah, hari ini kami bersimpuh lagi di hadapan keangunganMu, Tiada Tuhan kecuali Engkau. Dengarlah puja dan sanjungan kami ! terimalah sembah dan sujud kami semua.
Allahu Akbar, Ya Allah Yang Maha besar ! Sampaikanlah selawat dan salam kami pada junjungan kami nabi besar Muhammad saw, juga bagi keluarga dan sahabatnya dan bagi siapa saja yang mengikuti ajaranya dengan istiqomah dan penuh dengan taqwa. Sungguh Maha besar Allah yang telah mengutus Nabi Muhammad saw sebagai rakhmatan lil alamin, sebagai suri tauladan ummat manusia dalam rangka menyempurnakan peradaban dan kebudayaan manusia.
Hadirin dan hadirat kaum muslimin yang dimuliyakan Allah !
Pertama-tama pada kesempatan yang baik ini, di musim semi yang indah di Moskow , di tempat yang jauh dari tanah air kita dan dengan suasana keakraban diantara kita, saya mengajak dan menyeru kepada hadirin sekalian dan khusunya pada diri saya sendiri untuk meningkat taqwa kita dengan taqwa yang sebenar-benarnya, yaitu taqwa yang dapat mendorong kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan taqwa yang dapat mempererat hubungan sesama manusia. Dengan mengorbankan sebagian dari harta yang kita miliki untuk berkurban dengan niat mencari ridho Allah swt semata.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar !
Kemudian dalam rangka peningkatan taqwa kita di tengah-tengah lingkungan kehidupan yang serba boleh ini , maka konsep-konsep apa yang dapat diungkapkan, serta hikmah-hikmah apa yang dapat ditarik dari peristiwa Idul Adha, Idul Qurban, 10 Dzulhijjah 1418 H ini ?
Dalam suatu hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Zaid bin Arqam, para sahabat bertanya kepada Rosulullah: “ Wahai Rosulullah apakah sesungguhnya qurban itu ? “ Beliau menjawa : “ Berqurban adalah pekerjaan Nabi Ibrohim as” Sahabat bertanya lagi : Apakah keuntungan berqurban bagi kami wahai Rosulullah ? Nabi menjawab :
artinya : “ Qurban yang dagingnya diberikan kepada saudaranya sesama muslim, maka setiap lembar bulunya merupakan kebajikan “ ( HR Ibnu Majah )
Dari hadist tersebut di atas paling tidak kita menemukan dua hikmah berqurban yang dapat dipetik. Pertama, kita menikmati betapa bahagia bila menjadi orang yang dermawan, menjadi seseorang yang mampu memberikan sesuatu, dan hal ini bukan berarti sipemberi lebih tinggi derajatnya di banding yang menerima, karena nilai pengorbanan kita hanya Allah yang engetahuinya. Kedua, pihak penerima merasakan terjajalinnya ukhuwah diantara sesama ummat muslim yang semakian erat, ang kaya membantu yang miskin, yang miskin menghormati yang kaya. dan terciptalah masyarakat yang saling kasih menghasihi , saling harga-menghargai satu sama lainnya . Dengan demikian yang kaya tidak menghina yang miskin karena kemiskininannya dan si miskin tidak cemburu pada yang kaya karena kekayaannya
Allahu Akbar, Allhu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd !
Hadirin rohimakumullah.
Sipat pengorbanan ini sesugguhnya relevan dengan sifat manusia yang tidak hanya mendambakan kesenangan material belaka dan juga telah sama-sama kita ketahui, kesenangan materil seringkali menjurumuskan manusia kejurang kehancuran dan menjauhkan dirinya kepada sang Maha pencipta Allah swt. Dengan berqurban kecintaan kepada harta benda dunia dan dikikis habis, minimal dapat diperkecil dan dapat ditumbuhkembangkan kesadaran bahwa kekayaan material tidak abadi dan hanya fana belaka. Jangankan uang yang di tangan, yang di tabung di Bank-pun bisa hilang lenyap, seperti yang sudah sama sama kita ketahui dengan di likuidasinya 16 bank di Indonesia. Kefanaan materi dan harta benda yang kita miliki, termasuk diri kita sendiri akan kembali kepada ketiadaan sebagai awalnya kita yang tiada
Hadirin yang diliyakan Allah.
Kata qurban itu sendiri tidak bermakna sama dengan kurban yang kita kenal dalam bahasa Indonesia. Korban berkonotasi negatif, mengandalkan pelepasan sesuatu dari seseorang kepada orang lain.


Yang Paling ...!



YANG PALING ....!

1. Kasur yang paling empuk adalah ngantuk
2. Makanan yang paling enak adalah lapar
3. Pakaian yang paling bagus adalah akhlak yang baik
4. Jalanan yang paling mulus adalah sehat
5. Teman yang paling baik adalah iman yang kuat
6. Rumah yang paling indah adalah jiwa yang tenang
7. Guru yang paling bijak adalah pengalaman
8. Cahaya yang paling terang adalah hati yang suci
9. Sahabat yang sejati adalah orang-orang yang sholeh
10. Komunikasi yang paling lancar adalah do'a
11. Mulut yang paling buruk adalah mengunjingkan orang
12. Petunjuk yang paling baik adalah Al Qur'an dan Al Hadist
13. Mutiara yang paling indah adalah kata-kata orang yang bijaksana
14. Pekerjaan paling membosankan adalah mendengarkan si pembual
15. Yang lebih tinggi dari hukum adalah maaf
16. Guru yang paling dekat adalah buku
17. Ingatan yang paling kuat adalah catatan
18. Pekerjaan yang paling mudah adalah ikhlas
19. Beban yang paling ringan adalah sabar
20. Derita yang paling gampang adalah tabah
21. Rumah yang sesungguhnya adalah kuburan
22. Kendaraan yang paling murah adalah kaki yang sehat
23. Sebaik-baiknya kaya adalah kaya hati
24. Sebaik-baiknya bekal adalah taqwa
25. Seburuk-buruknya buta adalah buta hati
26. Sebesar-besarnya dosa adalah berzinah
27. Sejelek-jeleknya usaha adalah memungut riba
28. Seburuk-buruknya makanan adalah memakan harta anak yatim
29. Musuh yang paling jahat adalah munafik
30. Bacaan yang paling baik adalah membaca Al Qur'an
31. Mesjidmu adalah dimana saja kamu bersujud
32. Tangan yang paling bagus adalah memberi
33. Perang yang paling besar adalah melawan hawa napsu sendiri
34. Perjalanan yang paling akhir adalah kematian
35. Perjalanan yang paling panjang saat perhitungan tiba

Puasa Pesantren Kilat Ruhaniah


PUASA PESANTREN KILAT RUHANIAH

Sebelum melanjutkan obrolan santai kita di malam ramadhan ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kehadirat Illahi Robbi yang telah memberikan karunia yang teramat besar yaitu dengan tetap adanya Iman dan Islam di dada kita masing-masing dan diberikannya kita kesehatan hingga kita tetap dapat menunaikan kewajiban Ibadah puasa, melaksanakan shalat terawih, witir, tadarus Al Quran dan ibadah lainya di bulan yang mulia ini.
Selawat dan salam kita sampai pada junjungan kita Nabi besar Muhammad saw beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya dan kita ucapkan selamat bagi seluruh kaum muslimin dan muslimat dimanapun mereka berada.
Hadirin yang berbahagia.
Sebelumnya mohon maaf, bila keberadaan saya di depan hadirin terlalu sering, jangan - jangan nantinya menimbulkan kejenuhan, apa lagi di dalam jadwal acara ramadhan nama saya ada di sana, banyak lagi! seharusnya tidak demikian, mengapa ? Kalau acara-acara di HPII kita ibaratkan bola, maka ketika bola itu dilempar ke Pak Wasal, Pak mengopernya ke yang muda-muda saja, ketika bola di oper ke yang muda diwakili Sdr Abdullah dan Saudara Abdullah mengoper lagi ke Ketua HPII, dari Ketua di oper Ke Sekjen HPII, dari Sekjen HPII ke Pak Solihin dari Pak Solihin di oper ke tengah-tengah dan dari tengah gelanggang bola itu di kirim dengan manisnya ke penjaga gawang dan kalau penjaga gawang tidak mau menerima bola, maka Pak wasal berkata : " wah pejaga gawangnya putus asa nih ! "Jadi kalau yang lain boleh, oper ke sana ke sini, lempar ke sana lempar ke sini , sedangkan untuk kiper harus menangkap apa saja yang dilemparkan ke mulut gawang. Kiper tak boleh mundur, kiper tidak boleh ke bobolan. Kalu yang lain boleh tiaraf dengan alasan masing-masing, penjaga gawang harus tetap berdiri.

Ini persis keadaan yang terjadi pada Reformer Abu A'la Maududi, ketika Beliau sedang ceramah lalu terdengar tembakan, jemaah mengingatkan 'Tiaraf " kata Beliau ' Tidak, Aku tidak akan tiaraf, kalau semuanya tiaraf, siapa lagi yang mau berdiri di mimbar ini " ! Begitulah Beliau punya tekad. Sedangkan resiko bagi yang berdiri di atas mimbar itu banyak al :
1. Dikritik, kalau salah dalam kata dan kalimat, apa lagi jika berdiri dihadapan orang-orang pintar . Yang muncul secara spontan biasanya adalah kata , kalimat atau pernyataan yang salah.
2. Dihina, kalau tidak bisa menjalankan apa yang dikatakan. Dan menjadi bahan gunjingan yang empuk.
3. Di ceburkan ke neraka oleh Malaikat Jabaniah lebih dahulu, bila yang dikatakan lain dengan perbuatan.
4. Dan yang paling celaka akan mendapat kutukan Allah, bila tidak bisa mengamalkan apa yang telah disampaikan.
Hadirin yang berbahagia.
Obrolan santai kita malam tema yang saya ambil adalah Puasa sebagai pendidikan kilat ruhaniah. Mengapa ? Karena selama ini banyak perguruan tinggi yang telah mencetak manusia yang tidak utuh, manusia yang bernalar tinggi tetapi berhati kering. Sarjana yang meraksasa dalam tehnik tetap masih marayat dalam etika, intelek- intelek yang pongah dengan pengatahuan tetapi kebingungan menikmati kehidupan. Dan banyak manusia yang terlepas dari dimensi rohaninya, kamanusiaannya menjadi kamnusiaan yang berpenyakit " Semakin banyak orang pintar, tapi semakin sulit mencari orang Jujur yaitu orang yang dapat dipercaya, orang yang dapat menjalankan setiap amanah yang diberikan Allah dengan sebenar-benarnya, dimanapun dan pada posisi apapun dia bekerja.
Itulah sebabnya, Nabi Muhammad saw gelar yang pertama kali didapat dari masyarakat sekitarnya, baik lawan maupun kawan adalah 'Al Amin' Yang terpecaya. Bukan Sidiq, Amanah, Tablig atau Fatonah, walaupun ke empat sipat terakhir adalah sipat yang wajib dimiliki oleh Rosulllah saw !
Penyakit manusia timbul, karena manusia hanya mempertajam akalnya saja dan mengesampingkan hati nurani. Ilmunya menggapai angksa tapi hatinya terbudak oleh kerakusan, iri hati, kebencian, kegersangan emosi dan penipuan; ketrampilannya mampu menggerakkan secanggih apapun benda tersebut, tapi ia tidak mengendalikan hawa napsunya sendiri.


Manusia adalah makhluk jasmani dan ruhani sekaligus. karena itu, dsalam dirinya ada potensi untuk berhubungan dengan dunia matrial dan spritual. Ia mampu menangkap hukum-hukum alam di balik gejala-gejala fisik yang diamatinya, tetapi ia juga mampu menyadap isyarat-isyarat gaib dari alam yang lebih luas. Kebahagiaan, ketentraman, keindahan, kesucian. keadilan adalah gejala-gejala ruhaniah. Dan untuk mendapatkan itu semua ramadhan adalah jawabannya, karena ramadhan adalah madrasah untuk mendidik manusia-manusia yang adil, bahagia, tentram dan suci dan jika dirangkum manjadi manusia yang bertaqwa. Yaitu manusia yang seperti di firmankan Allah dalam surat Yunus ayat 62-63 :




Artinya : Ingatlah sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekwatiran terhadap mereka dan tidak pula bersedih hati. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa.
Ayat tersebut diperkuat dengan Ayat yang menjadi landasan kewajiban berpuasa yaitu surat Al Baqoroh 183 :



Artinya : Wahai orangt-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.
Pelajaran apakah yang diberikan pada madrasah ruhaniah yang bernama puasa ? Sebagian diantaranya adalah ikhlas, pembersihan diri, ihsan dan ibadah. Mari kita gali agak dalam sedikit.
1. Ikhlas
Iklhlas artinya bermala semata-mata karena mengharap keridhoaan Allah. Puasa adalah latiha ikhlas, sebab puasa tidak kelihatan orang. Kelelahan fisik, kelesuan, bibir yang kering buka menunjukkan puasa saja. Dalam puasa orang didik behwa keridhoaan Allah lebih besar daripada dunia dengan segala isinya, Seperti yang difirmanakan Allah dalam surat At Taubah 72 : Wa ridwanum minallhi akbar !


Karena itu bila puasanya berhasil, manusia tidak lagi membabi buta mengejar kekayaan, bila kekayaan itu mengandung murka Allah, Ia tidak lagi mempertahankan kekuasaan , bila kekuasaan itu mengahalanginya untuk mencapai ridho Allah.
2. Pembersih diri.
Dalam puasa seorang muslimin dididik untuk menghindari perbuatan tercela. Ia mengendalikan lidahnya agar tidak keluar kata-kata keji, mengumpat, mencaci maki dsb Bahkan jika di cemoohkan orang lainpun, nabi menyuruh menjawab dengan sederhana " Inni shaim" ( Saya sedang berpuasa) Ia mengendalikan telinga, padangan dan selllruuah anggota tu8buhnya, bahkan getaran hatinya yang terdalam. agar ia tidak terkena apa yang diperingat roosul yaitu " Betapa banyak orang yang berpuasa yang tidak mendapat apa-apa dari puasanya, kecuali lapar dan dahaga ".(HR Bukhoori).
Taqwa tidak akan tercapai tanpa proses pembersihan diri. Cahaya ruhani tidak akan mampu menembus hati yang dipenuhi dosa dan maksiat. Nur Rabbani tidak akan terpantul dari jiwa-jiwa yang penuh dengan kekotoran. Cahaya Allah tidak akan masuk ke dalam orang yang dengan sengaja mengotori ruhaninya sendiri dengan melanggar perintah Allah, berbuat maksiat dan tidak merasa malu melanggar perintah-Nya.
3. Ihsan dan Ibadah.
Dalam bulan ramadhan seorang muslim diajar untuk membiasakan diri berbuat baik pada sesama, memperbanyak sedekah, menolong orang lain, menggembirakan yang susah , meringankan beban yang berat yang diderita orang lain dan berlatih untuk memberikan hak orang lain betapun kecil nilai hak tersebut. Pada saat yang sama lidahnya berdzikir dan membaca Al Qur'an, ditenggakkannya shalatul lail, seperti terawih, witir, tahajud dsb. Dipenuhinya waktu sahur dengan sitigfar, mohon ampun sebanyak-banyak kepada Allah. Matanya sayu karena kurang tidur, Bibirnya kering karena lapar dan dahaga. tubuhnya lemah kekurangan energi, tapi pandangan kalbunya cemerlang dengan sinar Rabbani, Cahaya Allah masuk ke dalam jiwanya dan jiwanyapun ridho kepada Allah dan Allah pun meridhoinya.
Keempat kulitas ini akan sanggup memberikan, keharuan imani pada kegersangan intelektual, timbangan keadilan bagi yang haus kekuasaan, kelembutan kasih sayang pada penumpuk harta benda dan keutuhan insani pada kamusiaan yang penuh cacat ! Ada empat hal lagi untuk membekali orang yang berpuasa, agar puasanya mencapai kesempurnaan. Seperti yang disampaikan oleh Dzun Nun Al Misri seorang sufi besar dari Mesir sbb :

1. Jangan bergaul dengan Allah, kecuali dengan Muwafaqoh yaitu menyesuaikan diri dengan perintah-perintah Allah dan menjauh larangan-Nya. dengan prinsif; " sami'na wa ato'na " kami dengar dan kami patuhi ! Bukan "sami'na wa asyoina", kami dengar dan kami langgar. Karena ada yang berkata : "Hukum dan peraturan Allah di buat untuk dilanggar" Mari kita doakan orang yang berkata semacam ini, agar hidayah Allah kembali turun kepadanya.
2. Jangan bergaul dengan manusia, kecuali dengan munashakoh yaitu menghidupkan kecintaan kepada rosul, orang-orang suci dan sayang menyayangi dengan sesama manusia.
3. Jangan bergaul dengan napsu, kecuali dengan mukhalafah yaitu membantah dan menentang hawa napsu, karena berjuang melawan hawa napsu sendiri termasuk jihad yang besar.
4. Jangan bergaul dengan setan, kecuali dengan memerangi dan menjadikan musuh yang nyata.
Hadirin sekalian.
Sebagai penutup obrolan singkat ini, saya kutipkan syair dari Al Anshari seorang sufi dari Persia :
Wahai sahabatku, pandanglah pemakaman nun jauh di sana
dan saksikan betapa banyak pusara di dalamnya
berapa ratus ribu manusia-manusia taak berdaya berbaring di sana
di dalam kelelapan
Setiap orang diantara mereka telah membanting tulang dan berjuang
telah terbakar harapan dan ketamakan
dan pakaian-pakaian gemerlapan bertahta ratna mutu manikam
Mereka menumpuk-numpuk berguci-guci emas dan perak
merapas napkah orang banyak
dan berlomba-lomba dengan tipu muslihat
mencari uang banyak
namun akhirnya dengan penuh penyesalan
mereka dibaringkan untuk menghadapi ajal
Gudang harta kekayaan, mereka penuhkan
dan di dalam jiwa mereka
tertanam benih-benih ketamakan
tetapi akhirnya semua itu mereka tinggalkan



Sungguh menyedihkan, dengan tak terduga-duga
terjerembab di pintu kematian
dan di sana cangkir takdirlah
yang mereka minum
Wahai sahabatku, renungilah kebimbangan hatimu
dan bergegaslah engkau ke pintu taubat
jika tidak, ketahuilah olehmu
engkau akan tersiksa selama-lamanya.

Demikian. Lebih kurangnya mohon maaf !
Wabillahi taufik wal hidayah
wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Moskow, 25 Desember 1998 M
7 Ramadhan 1419 H

Al Qur'an Bacaan Mulia Sepanjang Jaman


Al QUR'AN BACAAN MULIA SEPANJANG JAMAN


Dengan mengucap Bismilhirohmanirrohim, Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, mari dengan tidak bosan-bosannya kita mengucapkan puja dan puji kehadirat Illahi robbi, karena atas berkat rakhmat dan hidayah-Nyalah kita dengan segala ketulusan hati menghadiri peringatan Nuzulul Qur'an di KBRI Moskow tepat di malam ke 17 Bulan ramadhan 1419 H.
Tak lupa mari kita ucapkan selawat dan salam kepada Nabi Kita Muhammad saw yang telah membawa manusia dari alam kegelapan ke alam yang terang benderang di bawah naungan panji-panji illahi. Juga kita ucapkan salam untuk keluarga dan shabat-shabatnya serta orang-orang yang mengikuti ajarannya.
Hadirin yang berbahagia.
Dalam acara Ramadhan HPII Moskow di sana tertulis Hikmah Nuzulul Qur'an oleh Bapak Wasal Falah/Syaripudin Zuhri, Tapi lagi-lagi saya di perintah untuk maju ke depan sini, ya karena di perintah ya saya kerjakan! Mengapa ? Karena menjalankan perintah dari Ulil Amri itu hukumnya wajib ! Apa lagi perintahnya untuk kebaikan, bukan untuk maksiat, kalau perintah untuk maksiat, Wajib di tolak siapapun yang memerintahkannya. Pernah saya bertanya kepada Beliau, mengapa Bapak tidak mau khutbah atau ceramah? "Wah dari pada saya sakit hati. lebih baik, saya diam" Loh kalau Bapak saja bisa sakit hati karena pembicarannya tidak didengarkan orang, apa lagi saya yang kecil pak, siapa mau dengerin ?
Hadirin yang berbahagia.
Kenapa saya ceritakan itu, agar hadirin mengetahui bahwa saya di sini bukan maunya saya, kalau bisa, saya di belakang sana, enak. sambil ngantuk-ngantuk ngenderin yang bicara. Enggak di tuntut apa-apa. Paling-paling berdosa kalau tidak menjalankan apa yang sudah diketahuinya. Nah berdiri disini tuntutannya macam-macam, tidak boleh begini tak boleh begitu. Udeh capek-capek ngetik, ngomong di depan, malahan dapat dosa karena tidak bisa menjalankan apa yang di sampaikan.

Hadirin yang berbahagia.
Mungkin ada yang bertanya, buat apa sih setiap tahun memperingati Nuzul Qur'an ? Apa sih hikmahnya ? Bukankah setiap tahun peringatan tersebut diadakan, tapi tak merubah apa-apa ? Apakah sia-sia kita memperingati malam seperti ini ? Bukankah acara-acara peringatan semacam ini tidak membawa pengaruh apa-apa ? Bukankah acara ini tetap diselenggarakan, tapi yang tidak shalat tetap tidak shalat, yang tidak puasa tetap tidak puasa dan yang tidak membaca Al Qur'an tetap tidak membaca Al Qur'an ? Bukankah Al Qur'an kebanyakan dijadikan hiasan lemari-lemari dengan begitu indahnya, sampai berdebu karena tak disentuh-sentuh. Bukankah bacaan utama sehari-hari adalah koran bukan Qur'an ? Lalu mengapa turunnya Al Qur'an mesti diperingati ? Demikian seribu satu macam pertanyaan tentang Al Qur'an dan segala macam aspek yang berkaitan dengannya.
Untuk menjawab itu. mari kita persilahkan Qur'an sendiri yang menjawabnya. Al Qur'an menjawab dalam surat Al A'la 6-9 begini :





Artinya: "Akan kami bacakan(Al Qur'an) kepadamu, maka kamu tidak lupa. Kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sesungguhnya Dia mengetahui apa yang terang dan yang tersembunyi. Dan akan Kami mudahkan bagimu jalan yang mudah, maka peringatkanlah, karena peringatan itu berguna".
Al Qur'an memperkuat jawabannya dalam surat Al Ghasyiah 21-22 yang berbunyi :

Artinya : Maka peringatkanlah(mereka), karena kamu hanyalah seorang pemberi peringatan, Kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa.
Hadirin yang berbahagia.
Al Qur'an mengingatkan kepada kita bahwa peringatan apapun bentuknya itu penting. karena manusia adalah tempat khilaf dan alfa.


Di saat itulah peringatan, nasehat, teguran, ujian, cobaan dsb pada saat itulah manusia diajak untuk kembali keasalnya yaitu Allah dengan berpedoman pada Al Qur'an. Di saat itulah membaca Al Quran menjadi penting. Dikatakan oleh Abdurahman Isykafi : Membaca Al Qur'an sangat besar hikmahnya walaupun yang membaca tidak memahaminya (tidak mengerti bahasa arabnya), sebagaimana halnya dengan seseorang yang meminum ramuan obatnya sedangkan bahan-bahannya tidak diketahuinya. Lebih bagus lagi bila mengerti atau memahami maknanya. Dan keunikan al Qur'an ada pada saat kita membaca, kita baca dan baca lagi dengan arti dan pemahaman yang lebih mendalam, Al Qur'an akan memperlihatkan kemujizatannya bagi siapa yang membacanya. Dan membaca Al Qur'an tidak sama dengan membaca koran. Makin sering membaca Al Qur'a, hati semakin sejuk, jiwa semakin damai, persaan semakin tentram dan Allah akan semakin memperlihatkan tanda-tanda kekuasaanNya, bagi orang yang membaca kita-Nya yaitu Al Qur'an.
Sedangkan membaca Koran, apa lagi berita tentang negara kita, ya Allah rasanya yang mucul cuma keserakahan, kemunapikan, pemerkosaan, pengkhianatan, hiruk pikuk duniawi, perang urat syarat, perang politik, perang ekonomi, jor-joran dalam kekayaan dan kekuasaan, salin tuduh, salin fitnah, saling cakar satu dengan yang lain untuk merebut kekuasaan yang akhirnya melahirkan UUD yaitu Ujung-Ujungnya Duit. Dan dengan motivasi duit pemainan paling kotorpun dijalankan, yang kalau pakai bahasanya Pak Solihin : Keuangan Yang Maha Kuasa ! Jadi mereka sudah menjadikan Uang sebagai Tuhan ! Karena itu mereka menghalalkan segala cara untuk menumpuk uang atau harta benda sebanyak-banyak, menumpuk rupiah atau dollaran, sampai begitu banyaknya hingga lupa tau tidak mau membayar zakat mal, zakat harta kekayaan yang wajib dikeluarkan 2,5 % dari harta yang disimpanya setiap tahun, karena dia akan kaget melihat uang yang harus dikeluarkan untuk zakat, 2 % kali ribuah dollar atau 2,5 % kali puluhan juta rupiah. Terhadap orang semacam itu Al Quran memberi peringatan :

Artinya : Kecelakaanlah bagi setiap orang yang mengumpat dan mengejek Yaitu orang yang mengumpulkan hartanya dan menghitung-hitungnya. Ia mengira bahwa hartanya itu akan mengekalkannya. Jangan demikian, sungguh ia akan dicampakkan dalam huthomah(neraka) ( Al Humazah : 1-4 )
Ditegaskan lagi dalam Al Qur'an yang berbunyi :



Artinya : Kamu telah dilalaikan oleh kemewahan, hingga masuk keliang kubur. ( At Takasur : 1-2 ).

JIka kamu mati ?



ADAKAH KEBAIKAN YANG KAMU TINGGALKAN
JIKA KAMU MATI ?
ADAKAH AMAL BAIK YANG KAMU BAWA
JIKA KAMU MATI ?
APAKAH YANG TELAH KAMU PERSIAPKAN
MENGHADAPI KEMATIAN ?
MENGAPA KAMU TIDAK SEGERA BERTOBAT
PADAHAL KEMATIAN DATANG TIBA-TIBA ?
INGAT !!!
SETIAP DETIK USIAMU BERKURANG
MENUJU KEMATIAN.

Mutiara pribadi

Antara Moskow, Helsinki dan Stockholm

Ada Hikmah

Ada hikmah dibalik yang kau lihat dan yang kau baca. Moskow Jakarta ﺒﺳﻢﺍﻟﻟﻪﺍﻟﺮﺤﻣﻦﺍﻟﺮﺤﻴﻢ ﺍﻠﻠﻪﺍﻛﺑﺮ ﺍﻠﻠﻪﺍﻛﺑﺮ ﺍﻠﻠﻪﺍﻛﺑﺮ ﺍﺷﻬﺪﺍﻻﺍﻠﻪﺍﻻﺍﻠﻠﻪ ﻮﺤﺪﻩﻻﺷﺮﻳﻚﻠﻪ ﻮﺍﺷﻬﺪﺍﻦﻣﺤﻣﺪﺍﻋﺑﺪﻩ ﻮﺮﺳﻮﻠﻪ

Musim panas di Moskow

Musim panas di Moskow
Novokuznetskaya Ulitsa

Warga SIM di Musim Dingin di taman KBRI Moskow

Warga SIM di Musim Dingin di taman KBRI Moskow
Kecil Indah dan bermakna, pantang menyerah, pantang mundur dan terus bergerak di jalan Illahi. Berjuang dan berdoa disegala tempat di segala cuaca. Tahan menghadapi cobaan, ujian, hinaan, caci maki. Tetap tegar dan berpegang teguh pada janjiNya !

Di Arafah 2003

Di Arafah 2003
Insya Allah menjadi haji yang mabrur, haji yang selalu mendapat ridho dan ampunan Allah

Masa muda

Masa muda